Skip to content

Semaglutide Dikaitkan dengan Penurunan Lemak Hati

Semaglutide, zat aktif dalam obat obesitas Wegovy, menunjukkan potensi menurunkan kadar lemak hati pada orang dewasa dengan obesitas. Dalam analisis penelitian STEP UP, 23 dari 26 peserta yang memiliki lemak hati berlebih pada awal studi tercatat memiliki kadar di bawah ambang 5 persen setelah 72 minggu menggunakan obat tersebut.

Temuan itu setara dengan 88,5 persen atau hampir sembilan dari 10 peserta dalam kelompok yang dianalisis. Namun, hasilnya masih perlu dibaca dengan hati-hati: jumlah peserta kecil dan penurunan lemak hati bukan tujuan utama penelitian.

Temuan analisis STEP UP setelah 72 minggu

Analisis tambahan STEP UP tersebut dipresentasikan dalam pertemuan tahunan European Association for the Study of Diabetes (EASD) 2026 di Milan, Italia. Peneliti mengevaluasi perubahan kadar lemak hati pada orang dewasa dengan obesitas yang tidak menderita diabetes.

Pengukuran dilakukan terhadap 55 peserta dalam subkelompok penelitian. Sebanyak 26 orang di antaranya memiliki kadar lemak hati lebih dari 5 persen saat studi dimulai. Batas tersebut menjadi acuan dalam analisis untuk mengidentifikasi peserta dengan lemak hati berlebih.

Peneliti menggunakan magnetic resonance imaging-proton density fat fraction (MRI-PDFF), teknik pencitraan yang dapat memperkirakan kandungan lemak di hati tanpa mengambil sampel jaringan. Pada peserta yang menerima semaglutide, rata-rata kadar lemak hati turun dari 8,8 persen menjadi 3,1 persen setelah 72 minggu.

Angka rata-rata itu merupakan gabungan peserta yang menggunakan dosis 7,2 miligram dan 2,4 miligram. Laporan analisis tidak merinci hasil 23 dari 26 peserta berdasarkan dosis yang digunakan, sehingga data tersebut belum menjelaskan apakah respons berbeda antara kedua kelompok dosis.

Bukti awal belum memastikan manfaat untuk kesehatan hati

Analisis STEP UP bersifat post hoc dan eksploratif. Artinya, peneliti menelaah kembali data yang sudah dikumpulkan, bukan menguji perubahan lemak hati sebagai tujuan utama atau tujuan sekunder yang ditetapkan sejak awal penelitian.

Jumlah peserta yang menjadi dasar temuan juga terbatas. Dari 55 orang yang menjalani pengukuran, hanya 26 peserta dengan kadar lemak hati berlebih pada awal studi yang masuk dalam kelompok analisis utama. Karena itu, hasilnya belum tentu menggambarkan respons orang dengan obesitas secara umum, termasuk mereka yang memiliki kondisi kesehatan atau karakteristik berbeda.

Data yang tersedia juga tidak menyajikan hasil pengukuran lemak hati pada kelompok plasebo sebagai pembanding. Tanpa perbandingan tersebut, penurunan yang terlihat belum dapat dikaitkan sepenuhnya dengan semaglutide. Penelitian lanjutan dengan data pembanding dibutuhkan untuk menilai hubungan itu secara lebih meyakinkan.

Perlu dibedakan pula antara berkurangnya kadar lemak di hati dan membaiknya penyakit hati. Penurunan lemak tidak otomatis berarti peradangan telah hilang atau jaringan hati yang rusak sudah pulih. Aspek-aspek tersebut perlu dinilai secara terpisah untuk memahami kondisi hati secara menyeluruh.

Penurunan lemak bukan bukti penyembuhan MASH

Salah satu kondisi yang berkaitan dengan penumpukan lemak di hati adalah metabolic dysfunction-associated steatohepatitis (MASH). Penyakit ini melibatkan penumpukan lemak, peradangan, dan kerusakan sel hati. Pada sebagian pasien, MASH dapat berkembang menjadi jaringan parut atau sirosis.

Analisis STEP UP tidak secara khusus menilai pemulihan peradangan maupun jaringan parut pada pasien MASH. Oleh sebab itu, hasil penurunan kadar lemak hati dalam studi ini tidak dapat dianggap sebagai bukti bahwa Wegovy menyembuhkan MASH.

Untuk mengetahui manfaat pengobatan terhadap penyakit hati, diperlukan penelitian yang secara khusus mengukur perubahan peradangan, kerusakan jaringan, dan perkembangan penyakit dalam jangka panjang. Temuan STEP UP saat ini lebih tepat dipandang sebagai informasi awal mengenai kemungkinan pengaruh semaglutide terhadap kadar lemak hati pada orang dengan obesitas.

Konsultasi medis tetap diperlukan

Kesehatan hati merupakan bagian dari pengelolaan kesehatan metabolik, terutama bagi orang dengan obesitas atau diabetes tipe 2. Pemeriksaan dan penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien melalui konsultasi dengan tenaga medis.

Hasil analisis ini bukan alasan untuk mulai menggunakan Wegovy atau mengubah dosis obat secara mandiri. Semaglutide dikembangkan untuk membantu pengelolaan berat badan, sedangkan manfaatnya terhadap kondisi hati secara keseluruhan masih perlu dikaji lebih jauh. Ke depan, penelitian dengan jumlah peserta lebih besar dan pengukuran khusus terhadap penyakit hati akan membantu menjawab sejauh mana perubahan kadar lemak tersebut bermakna bagi kesehatan pasien.

Inforakyat