Skip to content

Mitchell Baker Terpilih Colorado Rapids di MLS SuperDraft

Mitchell Baker mendapat kesempatan menapaki sepak bola profesional Amerika Serikat setelah terpilih Colorado Rapids dalam MLS SuperDraft. Penyerang berusia 19 tahun itu sebelumnya menonjol di kompetisi sepak bola kampus bersama Georgetown Hoyas dan menjadi bagian dari Timnas Indonesia yang menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.

Pemilihan oleh klub MLS tersebut menjadi babak baru bagi Baker, yang menempuh jalur berbeda dari banyak pemain muda Indonesia. Ia tumbuh dan mengembangkan karier di beberapa negara, lalu menjalani pendidikan sekaligus bermain sepak bola di Amerika Serikat. Suara.com melaporkan Baker dipilih Colorado Rapids, sementara VIVA.co.id mengulas perjalanan sang pemain dari level junior hingga tim nasional.

Terpilih dalam draft membuka jalan menuju jenjang profesional, tetapi bahan yang tersedia belum merinci nomor pilihan, putaran, ataupun status kontraknya. Bagi Baker, capaian itu menandai pengakuan atas kiprahnya di sepak bola universitas setelah beberapa musim membangun pengalaman di sana.

Dari Melbourne menuju sepak bola Amerika

Baker lahir di Melbourne, Australia, pada 11 Desember 2006. Ia memiliki darah Indonesia dari ibunya, Maureen Lee Baker. Kakeknya, Han Koen Lie, lahir di Yogyakarta, sedangkan neneknya, Li Nio The Lie, berasal dari Semarang, Jawa Tengah. Latar keluarga itu menjadi penghubung Baker dengan Indonesia dan membuka jalannya untuk membela tim nasional.

Ia mulai mengasah kemampuan sepak bola sejak kecil. Pada usia 10 tahun, Baker bergabung dengan Hong Kong Football Club. Ia kemudian melanjutkan perjalanan di Australia bersama Northcote City dan Melbourne Victory pada rentang 2020 hingga 2022.

Langkah berikutnya membawanya ke Amerika Serikat pada 2022. Baker bergabung dengan Black Rock FC dan bersekolah di Northwood School. Dalam periode sekitar dua setengah tahun, ia disebut mencatat 121 penampilan, 141 gol, dan 39 assist. Angka itu menggambarkan produktivitasnya sebagai penyerang sebelum masuk ke kompetisi sepak bola universitas.

Georgetown University merekrut Baker pada 2024. Bersama Georgetown Hoyas, ia mencatat 18 gol dalam 42 pertandingan selama dua musim. Ia juga memperoleh penghargaan Second Team All-American dan First Team All-BIG EAST. Catatan tersebut menjadi bagian dari bekal yang mengantarnya ke MLS SuperDraft.

Pengalaman kampus dan panggilan Timnas

Karier Baker di Amerika tidak hanya berlangsung di lapangan. Ia menjalani pendidikan sambil berkompetisi, sebuah pengalaman yang membentuk jalur menuju level berikutnya. Perpindahan dari sepak bola junior ke tim universitas memberinya kesempatan tampil dalam lingkungan kompetisi yang berbeda, sebelum namanya masuk dalam proses pemilihan pemain oleh klub profesional.

Di lapangan, postur Baker juga menjadi ciri yang disebut dalam laporan VIVA.co.id. Tingginya mencapai 1,96 meter. Ia bermain sebagai penyerang dan membawa pengalaman dari sejumlah klub serta kompetisi yang dijalani sejak masa muda.

Kesempatan membela Timnas Indonesia datang ketika ia menjalani debut melawan Kamboja dalam pertandingan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, pada 27 Juli 2026. Baker kemudian menjadi bagian dari skuad yang menjuarai turnamen tersebut. Keberhasilan bersama tim nasional membuat langkahnya di sepak bola Amerika mendapat perhatian lebih luas, meski capaian di level klub dan tim nasional merupakan bagian berbeda dari perjalanan kariernya.

Perjalanannya juga memperlihatkan bahwa jalur pemain menuju tim nasional dapat melibatkan pendidikan dan kompetisi di luar negeri. Baker mengembangkan karier di Australia sebelum menetap di lingkungan sepak bola kampus Amerika, lalu memperoleh kesempatan membela Indonesia. Kini, pemilihan oleh Colorado Rapids menambah satu tahap baru dalam lintasan tersebut.

Langkah berikutnya menanti di Colorado

Terpilih dalam MLS SuperDraft belum dengan sendirinya menjelaskan bagaimana peran Baker di Colorado Rapids akan terbentuk. Informasi yang tersedia tidak menyebut jadwal bergabung, rincian kontrak, atau rencana klub terhadapnya. Karena itu, perkembangan berikutnya yang perlu ditunggu adalah kepastian mengenai proses Baker memasuki lingkungan profesional.

Modalnya sudah terentang dari produktivitas di level junior, pengalaman dua musim bersama Georgetown, hingga penampilan untuk Timnas Indonesia. Kini, kesempatan itu berada di tangan Colorado Rapids dan Baker, yang harus menerjemahkan pencapaian di kampus menjadi langkah awal dalam karier profesional.

Inforakyat