Tumor adrenal pada seorang perempuan berusia 58 tahun ditemukan saat pemeriksaan kesehatan rutin, meski ia tidak merasakan gejala yang lazim dikaitkan dengan gangguan kelenjar tersebut. Lesi berukuran 15 × 20 milimeter itu terdeteksi secara tidak sengaja melalui CT scan paru-paru dosis rendah di sebuah klinik di Go Vap, Vietnam.
Perempuan berinisial NTL, warga Gia Lai, menjalani pemeriksaan tahunan di Klinik Multi-Spesialis Medlatec Go Vap. Ia memiliki riwayat hipertensi sekitar lima tahun dan mengonsumsi losartan 25 miligram per hari. Tekanan darahnya tercatat stabil, yakni 125/80 mmHg.
Pasien tidak melaporkan sakit kepala, jantung berdebar, detak jantung cepat, keringat berlebihan, kelemahan otot, ataupun penurunan berat badan yang tidak biasa. Pemeriksaan dokter juga tidak menemukan tanda sindrom Cushing atau hiperandrogenisme.
Lesi adrenal terdeteksi tanpa keluhan khusus
Temuan muncul pada CT scan paru-paru dosis rendah yang memperlihatkan lesi berbentuk oval di kelenjar adrenal kanan. Ukurannya 15 × 20 milimeter, relatif homogen, dengan kalsifikasi kecil dan kepadatan 28–30 HU.
Dokter penyakit dalam, Nguyen Thi My Le, kemudian memeriksa pasien dan berkonsultasi dengan spesialis endokrinologi. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk menjawab dua hal berbeda: apakah lesi memproduksi hormon dan apakah ciri pencitraannya mengarah pada risiko keganasan.
CT adrenal khusus menunjukkan lesi dengan batas halus, bentuk oval, dan tampilan relatif homogen. Lesi itu tidak menunjukkan peningkatan kontras, tetapi kepadatan 28–30 HU dan adanya kalsifikasi kecil tetap dinilai sebagai ciri yang perlu diperhatikan.
Berdasarkan gambaran tersebut, dokter menilai lesi kemungkinan besar jinak. Namun, pemantauan tetap direncanakan karena ciri pencitraannya belum sepenuhnya memastikan sifat lesi. Pasien diminta menjalani CT scan perut tanpa kontras dalam 6–12 bulan untuk memantau ukuran dan perkembangannya.
Pemeriksaan hormon dan tekanan darah
Evaluasi juga mencakup pemeriksaan untuk mengetahui apakah lesi menghasilkan hormon secara berlebihan. Pemeriksaan darah meliputi aldosteron ortostatik dan renin, kortisol, ACTH, normetanefrin, serta metanefrin. Pasien juga menjalani tes katekolamin melalui urine yang dikumpulkan selama 24 jam.
Seluruh hasil tersebut berada dalam kisaran normal dan tidak menunjukkan aktivitas tumor penghasil hormon. Karena losartan dapat memengaruhi hasil pemeriksaan renin dan aldosteron, dokter mengganti obat tekanan darah pasien dengan diltiazem selama empat minggu sebelum pengambilan sampel.
Pasien diminta tetap mengendalikan tekanan darah dengan obat sesuai resep dan kembali menjalani pemeriksaan tindak lanjut sesuai jadwal. Rencana tersebut mencakup CT scan perut setelah 6–12 bulan, untuk melihat apakah ukuran atau karakter lesi berubah.
Mengapa tumor adrenal perlu dinilai menyeluruh?
Kelenjar adrenal adalah sepasang kelenjar endokrin kecil yang berada di atas ginjal. Kelenjar ini menghasilkan hormon, antara lain kortisol, aldosteron, androgen, epinefrin, dan norepinefrin, yang berperan dalam pengaturan tekanan darah, metabolisme, keseimbangan elektrolit, fungsi seksual, serta respons tubuh terhadap stres.
Banyak tumor adrenal yang ditemukan secara tidak sengaja bersifat jinak. Meski begitu, dokter tetap perlu menilai fungsi hormon dan risiko keganasan secara terpisah. Lesi yang tampak relatif jinak pada pencitraan masih mungkin memproduksi hormon, sedangkan lesi yang tidak menghasilkan hormon tetap perlu dinilai dari bentuk dan ciri CT-nya.
Dalam menilai risiko, dokter mempertimbangkan ukuran, bentuk, batas, kepadatan pada CT tanpa kontras, keseragaman lesi, serta pola peningkatan dan pembuangan kontras. Adanya infiltrasi, nekrosis, perdarahan, atau kalsifikasi juga dapat menjadi bagian dari penilaian. Bila sifat lesi belum dapat dipastikan, pencitraan lanjutan membantu dokter mengamati perubahan dari waktu ke waktu.
Kasus ini menunjukkan bahwa temuan adrenal dapat muncul tanpa keluhan yang menonjol. Bagi pasien, langkah penting berikutnya bukan hanya mengetahui hasil awal, melainkan juga mengikuti rencana pemeriksaan dan pemantauan yang ditetapkan dokter.