Garibaldi “Boy” Thohir menambah investasi langsung di tiga emiten melalui PT Trinugraha Thohir. Perusahaan investasi yang terafiliasi dengannya itu membeli saham PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) pada 19 Oktober 2026. Total nilai pembelian mencapai sekitar Rp3,02 miliar.
Informasi transaksi tersebut tercantum dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), yang dikutip pada Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam keterbukaan itu, manajemen menyebut pembelian saham dilakukan untuk investasi dengan kepemilikan langsung. Ketiga emiten tersebut juga telah berada dalam portofolio Trinugraha Thohir.
Nilai pembelian tersebar hampir merata di masing-masing perusahaan. Trinugraha Thohir mengeluarkan sekitar Rp1,02 miliar untuk ESSA, sementara dana pembelian saham AADI dan ADRO masing-masing sekitar Rp1 miliar.
Rincian pembelian saham ESSA, AADI, dan ADRO
Untuk saham ESSA, Trinugraha Thohir membeli sekitar 2,3 juta lembar dengan harga Rp444 per saham. Transaksi tersebut bernilai sekitar Rp1,02 miliar. Jumlah dan harga itu menjadi bagian terbesar dari total dana yang digunakan, meski selisihnya dengan dua transaksi lain relatif tipis.
Pada AADI, perusahaan membeli 102.600 saham dengan harga Rp9.756 per lembar. Nilai transaksi untuk saham emiten tersebut mencapai sekitar Rp1 miliar. Adapun pembelian ADRO meliputi 470.000 saham pada harga Rp2.130 per lembar, dengan nilai sekitar Rp1 miliar.
Jika seluruh transaksi dijumlahkan, dana yang digelontorkan mencapai kurang lebih Rp3,02 miliar. Angka tersebut merupakan nilai pembelian tiga saham dalam satu rangkaian transaksi, bukan nilai investasi Trinugraha Thohir secara keseluruhan pada ketiga perusahaan.
Perbedaan jumlah lembar yang dibeli mencerminkan harga per saham masing-masing emiten. Saham AADI, misalnya, dibeli dengan harga per lembar lebih tinggi dibandingkan ADRO dan ESSA, sehingga jumlah saham yang diperoleh lebih sedikit meski nilai transaksinya berada di kisaran yang sama.
Tujuan transaksi disebut untuk investasi langsung
Dalam keterbukaan informasi, manajemen menyatakan tujuan pembelian adalah menambah investasi langsung. Pernyataan itu menjelaskan maksud transaksi yang dilaporkan, tetapi tidak memuat keterangan mengenai rencana pembelian lanjutan ataupun perubahan strategi investasi Trinugraha Thohir.
Aksi ini menambah kepemilikan Trinugraha Thohir pada tiga emiten yang sudah masuk dalam portofolionya. Namun, bahan keterbukaan yang dirangkum dalam laporan tersebut tidak merinci besaran kepemilikan sebelum maupun sesudah transaksi. Karena itu, jumlah saham yang dibeli dan nilai transaksinya menjadi informasi utama yang tersedia bagi investor.
Secara nominal, pembelian sekitar Rp1 miliar pada masing-masing emiten tergolong kecil jika dibandingkan dengan skala perusahaan. Meski demikian, laporan transaksi tetap memberi informasi mengenai aktivitas investasi langsung perusahaan yang terafiliasi dengan Boy Thohir. Informasi semacam ini dapat menjadi salah satu bahan untuk memantau perubahan kepemilikan saham, tanpa dengan sendirinya menunjukkan arah kinerja atau prospek harga saham.
Informasi kepemilikan menjadi perhatian investor
Pengungkapan transaksi di BEI memungkinkan publik mengetahui saham yang dibeli, tanggal transaksi, harga, jumlah lembar, serta tujuan pembelian. Dalam kasus ini, seluruh pembelian dilakukan pada tanggal yang sama, yakni 19 Oktober 2026, dan mencakup tiga perusahaan berbeda.
Rincian tersebut juga membantu membedakan nilai transaksi di tiap emiten. ESSA mencatat pembelian sekitar Rp1,02 miliar, sedangkan AADI dan ADRO masing-masing sekitar Rp1 miliar. Dengan demikian, total Rp3,02 miliar bukan berasal dari satu transaksi besar pada satu saham, melainkan gabungan dari tiga pembelian.
Bagi investor, keterbukaan ini dapat menjadi konteks tambahan saat menelaah aktivitas pemegang saham dan perkembangan emiten. Keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan informasi perusahaan secara menyeluruh; transaksi yang dilakukan pihak terafiliasi saja tidak cukup untuk menyimpulkan prospek saham. Perkembangan kepemilikan berikutnya, jika ada, akan terlihat melalui keterbukaan informasi yang disampaikan kepada BEI.