Skip to content

Skrining TB Surabaya Pakai X-Ray Mobile di Pabean Cantian

Dinas Kesehatan Kota Surabaya bersama Puskesmas Tanjung Perak menggelar skrining tuberkulosis (TB) menggunakan portable mobile X-ray di Balai RW 01 Sampoerna, Kelurahan Krembangan Utara, Kecamatan Pabean Cantian. Pemeriksaan rontgen dada ini ditujukan untuk memperluas deteksi dini dan membantu menemukan warga yang perlu menjalani pemeriksaan maupun pengobatan lebih lanjut.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Surabaya mempercepat eliminasi TB. Berdasarkan keterangan dalam laporan, layanan dimulai pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga selesai. Perangkat X-ray portabel disediakan melalui Dinas Kesehatan Kota Surabaya, sementara Puskesmas Tanjung Perak turut terlibat dalam pelaksanaan skrining di wilayah tersebut.

Rontgen dada untuk menemukan kasus lebih dini

Dalam skrining ini, petugas menggunakan perangkat mobile X-ray untuk memeriksa kondisi paru melalui rontgen dada. Pemeriksaan tersebut menjadi salah satu cara untuk mengidentifikasi kemungkinan kelainan paru lebih awal. Warga yang hasil pemeriksaannya memerlukan tindak lanjut dapat diarahkan agar penanganan tidak tertunda.

Petugas dari bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyebut kegiatan itu sebagai bagian dari peningkatan penemuan kasus. “Kami saat ini sedang gencar melaksanakan program skrining TB dengan portable mobile X ray untuk mempercepat case detection rate atau penemuan kasus secara dini guna memutus rantai penularan TB di masyarakat,” demikian keterangan yang disampaikan.

Upaya menemukan kasus lebih awal dinilai penting dalam rangkaian penanganan TB. Skrining membantu petugas menjangkau warga yang berisiko, termasuk mereka yang mungkin belum memeriksakan diri. Namun, pemeriksaan skrining bukan akhir dari proses: temuan yang mengarah pada kelainan perlu ditindaklanjuti sesuai kebutuhan agar warga dapat memperoleh penanganan.

Kelompok rentan menjadi sasaran prioritas

Pemeriksaan diprioritaskan bagi kelompok rentan dan warga dengan risiko lebih tinggi. Mereka mencakup orang yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien TB, warga yang mengalami batuk lebih dari dua minggu, balita dengan gizi kurang atau berat badan menurun, serta penderita penyakit penyerta seperti diabetes dan HIV.

Penentuan sasaran tersebut membuat layanan bergerak mendekati lingkungan tempat warga tinggal. Balai RW menjadi lokasi pelaksanaan di Krembangan Utara, sehingga pemeriksaan tidak hanya menunggu warga mendatangi fasilitas kesehatan. Bagi kelompok yang masuk kriteria, kegiatan ini membuka kesempatan untuk menjalani skrining melalui layanan yang digelar bersama tenaga kesehatan setempat.

Dinas Kesehatan menyampaikan bahwa mobile X-ray dapat membantu mendeteksi kelainan paru lebih awal. Dengan deteksi yang lebih cepat, proses pengobatan diharapkan dapat segera dimulai bagi warga yang membutuhkan. Langkah itu juga dimaksudkan untuk menekan risiko penularan di tengah masyarakat.

Target perluasan skrining di kelurahan

Menurut laporan tersebut, kegiatan skrining TB dengan perangkat mobile X-ray telah dilaksanakan enam kali hingga saat ini. Jumlah itu menunjukkan program sudah berjalan dalam beberapa pelaksanaan, meski keterangan yang tersedia tidak merinci lokasi maupun jumlah peserta pada setiap kegiatan.

Ke depan, Dinas Kesehatan Kota Surabaya bersama puskesmas menargetkan skrining dapat menjangkau sedikitnya 100 peserta di setiap kelurahan. Perluasan sasaran tersebut diharapkan membuat cakupan deteksi dini semakin luas. Pelaksanaan di Balai RW 01 Sampoerna menjadi salah satu bagian dari upaya menjangkau warga di wilayah kerja setempat.

Target itu sekaligus menghubungkan kegiatan di tingkat lingkungan dengan agenda yang lebih besar, yakni mendukung target nasional eliminasi Tuberkulosis pada 2030. Pencapaian target tersebut membutuhkan upaya penemuan kasus dan penanganan yang berkelanjutan, termasuk melalui layanan skrining yang menjangkau kelompok berisiko.

Pelaksanaan skrining berikutnya akan bergantung pada kesinambungan kerja Dinas Kesehatan dan puskesmas serta luasnya keterlibatan warga. Dengan sasaran yang jelas dan pemeriksaan yang lebih dekat ke permukiman, program diharapkan membantu lebih banyak warga mengetahui kondisi kesehatannya dan memperoleh tindak lanjut yang diperlukan.

Inforakyat