Logitech meluncurkan Pebble Up, mouse nirkabel ramping yang bagian atasnya dapat diangkat untuk mengubah bentuk pegangan. Pengguna bisa meletakkannya dalam posisi mendatar atau menaikkan bagian atas saat membutuhkan genggaman yang lebih nyaman. Mouse ini menjadi penerus Pebble Mouse 2 M350s yang diperkenalkan bersama keyboard Pebble 2 pada 2023.
Desain yang dapat diubah itu menjadi pembeda utama Pebble Up dari mouse tipis pada umumnya. Logitech tetap mempertahankan bentuk ringkas, tetapi memberi pilihan posisi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Dari sisi ukuran, perangkat ini memiliki dimensi 105,8 x 59,6 x 30 milimeter dengan bobot 79 gram.
Desain Pebble Up tetap ringan dan ringkas
Bobot Pebble Up hanya bertambah tiga gram dibandingkan Pebble Mouse 2 M350s yang memiliki berat 76 gram. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa mekanisme perubahan bentuk tidak membuat mouse ini jauh lebih berat. Ukurannya juga dirancang tetap ramping, sehingga mudah dibawa bersama perangkat kerja lain.
Bagian atas mouse dapat digunakan dalam dua posisi: mendatar atau terangkat. Pilihan ini memberi pengguna keleluasaan untuk mempertahankan bentuk rendah atau memperoleh pegangan yang lebih nyaman ketika diperlukan. Logitech tidak merinci mekanisme penguncian maupun tingkat kemiringan bagian atas dalam informasi produk yang tersedia.
Pebble Up hadir dalam tiga pilihan warna, yakni Rose Pink, Graphite Gray, dan Pearl White. Ketiganya menggunakan plastik daur ulang pascakonsumsi bersertifikat, dengan komposisi yang berbeda menurut warna. Rose Pink dan Pearl White mengandung 43 persen material daur ulang, sedangkan Graphite Gray menggunakan 56 persen.
Sensor, tombol, dan pengaturan melalui aplikasi
Untuk menggerakkan kursor, Pebble Up memakai sensor optik beresolusi 4.200 CPI. Pengaturan DPI dapat disesuaikan dari 400 hingga 4.000, sehingga pengguna bisa memilih tingkat sensitivitas sesuai kebiasaan. Logitech menyediakan empat tombol, terdiri atas klik kiri, klik kanan, tombol roda gulir, dan tombol DPI.
Tombol roda gulir dan tombol DPI dapat diprogram ulang melalui aplikasi Logi Options+. Aplikasi tersebut juga mendukung fungsi gestur. Dengan opsi kustomisasi ini, pengguna dapat mengatur fungsi tombol sesuai kebutuhan, bukan hanya mengandalkan konfigurasi bawaan.
Roda gulir Pebble Up menggunakan desain tersegmentasi. Artinya, gulirannya bergerak secara bertahap, bukan dengan putaran bebas yang terus meluncur. Logitech juga menyebut penggunaan Logi Options+ untuk perangkat AI pada mouse ini. Aplikasi tersebut berjalan di Windows dan macOS.
Koneksi Bluetooth dan baterai isi ulang
Pebble Up dapat terhubung ke perangkat melalui Bluetooth Low Energy atau penerima USB Logi Bolt. Mouse ini bisa dipasangkan dengan hingga tiga perangkat, kemudian pengguna dapat berpindah di antaranya memakai fitur Easy-Switch. Jangkauan koneksi nirkabelnya mencapai 10 meter.
Untuk daya, Logitech beralih dari baterai AA pada Pebble Mouse 2 M350s ke baterai lithium polimer isi ulang berkapasitas 290 mAh. Perusahaan mengklaim baterai tersebut dapat bertahan hingga 90 hari dalam sekali pengisian daya. Klaim itu memberi gambaran bahwa pengisian tidak perlu dilakukan terlalu sering, meski daya tahan aktual dapat bergantung pada pemakaian.
Perubahan sumber daya ini menjadi salah satu pembaruan penting dibandingkan pendahulunya. Pengguna tidak lagi perlu mengganti baterai AA ketika dayanya habis, melainkan mengisi ulang baterai yang tertanam di dalam mouse. Namun, Logitech tidak mencantumkan rincian tambahan mengenai waktu pengisian dalam informasi yang tersedia.
Harga Logitech Pebble Up
Logitech Pebble Up dibanderol 250 yuan, atau sekitar Rp669 ribu berdasarkan nilai yang dicantumkan dalam laporan. Perangkat ini dilengkapi garansi perangkat keras terbatas selama satu tahun. Belum ada rincian lebih lanjut mengenai ketersediaan maupun harga di pasar Indonesia.
Dengan bentuk yang bisa diubah, koneksi ke tiga perangkat, serta baterai isi ulang, Pebble Up membawa sejumlah pembaruan pada lini mouse ringkas Logitech. Kehadirannya menawarkan pilihan bagi pengguna yang menginginkan mouse tipis tetapi tidak ingin terpaku pada satu posisi genggaman. Informasi mengenai pemasaran di Indonesia akan menjadi hal yang patut ditunggu, terutama bagi konsumen yang ingin membandingkan harga lokal dengan banderol di pasar lain.