Skip to content

HPS Siapkan Investasi Rp7,83 Triliun untuk Bisnis TOBA

Afiliasi BlackRock, HPS Investment Partners, menyiapkan investasi hingga SG$555 juta atau sekitar Rp7,83 triliun untuk platform pengelolaan limbah milik PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA). Rencana pendanaan itu menjadi bagian dari transformasi TBS menuju bisnis infrastruktur berkelanjutan, tetapi masih menunggu persetujuan pemegang saham.

Investasi tersebut akan disalurkan melalui SBTH Asia Holdings Pte. Ltd. (SBTH), perusahaan induk dari platform pengelolaan limbah TBS. Skemanya mencakup pengambilan saham preferen baru serta instrumen lainnya. Dengan demikian, dana tidak langsung masuk ke TBS sebagai perusahaan induk, melainkan melalui entitas yang menaungi bisnis pengelolaan limbah tersebut.

Nilai investasi itu setara sekitar Rp7,83 triliun dengan asumsi kurs Rp14.110 per dolar Singapura. Angka SG$555 juta merupakan jumlah maksimal yang disiapkan dan akan diberikan dalam beberapa tahap, bukan dana yang dipastikan cair sekaligus.

Investasi HPS untuk TOBA masih menunggu RUPSLB

Rencana tersebut belum menjadi transaksi final. TBS masih memerlukan persetujuan pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Karena itu, realisasi investasi bergantung pada keputusan dalam rapat tersebut serta tahapan pelaksanaan yang direncanakan perusahaan.

Dalam keterangan resmi pada Kamis (22/10/2026), Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer TBS Energi Utama Dicky Yordan menyebut masuknya HPS sebagai bagian dari strategi perusahaan. Ia mengatakan investasi itu mendukung perubahan arah bisnis TBS menuju infrastruktur berkelanjutan.

“Dengan investasi modal sebanyak beberapa tahap dengan jumlah sebesar-besarnya SG$555 juta ke SBTH, kami menyambut HPS sebagai mitra yang sangat bernilai dalam perjalanan pertumbuhan kami,” kata Dicky.

Pernyataan tersebut menempatkan HPS sebagai mitra dalam pengembangan platform pengelolaan limbah. Namun, informasi yang disampaikan perusahaan belum merinci jadwal setiap tahap pencairan, pembagian penggunaan dana, ataupun rincian instrumen selain saham preferen dan instrumen lainnya.

Skema saham preferen dan instrumen lainnya

Pengambilan saham preferen menjadi salah satu jalur yang dipilih untuk menyalurkan modal ke SBTH. Berbeda dari saham biasa, saham preferen memiliki karakteristik dan hak yang ditentukan dalam ketentuan penerbitannya. Rincian hak tersebut tidak dijelaskan dalam keterangan yang tersedia, sehingga dampaknya terhadap struktur kepemilikan maupun pembagian hasil belum dapat dipastikan.

Rangkuman informasi yang beredar menyebut pendanaan disiapkan melalui skema hybrid dan tanpa dilusi saham publik. Meski demikian, rincian yang dikonfirmasi dalam keterangan perusahaan hanya menyebut penerbitan saham preferen baru serta instrumen lainnya di SBTH. Kejelasan lebih lanjut mengenai bentuk instrumen dan implikasinya masih perlu menunggu dokumen transaksi serta persetujuan pemegang saham.

Penempatan investasi di perusahaan induk platform limbah juga menunjukkan bahwa rencana ini diarahkan pada lini usaha tertentu, bukan dinyatakan sebagai tambahan modal langsung untuk seluruh kegiatan TBS. Struktur tersebut menjadi salah satu aspek yang akan dicermati pemegang saham ketika menilai rencana investasi dalam RUPSLB.

Fokus pada transformasi bisnis pengelolaan limbah

Bagi TBS, investasi HPS berkaitan dengan upaya memperbesar peran bisnis pengelolaan limbah dalam strategi perusahaan. Dicky menggambarkan langkah ini sebagai bagian dari perjalanan pertumbuhan TBS, sementara perusahaan secara lebih luas menyebut transformasi menuju bisnis infrastruktur berkelanjutan sebagai arah yang hendak ditempuh.

Namun, besarnya nilai pendanaan saja belum menggambarkan hasil yang akan dicapai. Informasi mengenai sasaran usaha, rencana penggunaan dana secara terperinci, maupun target kinerja platform limbah tidak tercantum dalam keterangan yang tersedia. Dengan demikian, investor masih perlu melihat bagaimana investasi bertahap tersebut diterjemahkan menjadi pengembangan bisnis.

Persetujuan RUPSLB akan menjadi langkah penting berikutnya bagi rencana ini. Setelah itu, perhatian dapat beralih pada rincian pelaksanaan investasi, termasuk tahap pencairan dan ketentuan instrumen yang digunakan. Bagi TBS, keterbukaan atas perkembangan tersebut akan membantu pemegang saham menilai sejauh mana kemitraan dengan HPS mendukung transformasi perusahaan.

Inforakyat