Skip to content

Pancaroba, Cara Melindungi Anak dari Penyakit Pernapasan

Perubahan cuaca yang ditandai suhu dan kelembapan naik-turun dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan pada anak. Orang tua perlu mewaspadai batuk, pilek, hidung tersumbat, bersin, atau demam, sekaligus menjaga kebersihan dan mengenali tanda bahaya yang membutuhkan pemeriksaan medis.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dong Nai menyebut anak kecil lebih rentan karena sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang sempurna. Risiko lebih tinggi pada anak di bawah lima tahun, terutama yang berusia kurang dari dua tahun.

Penyakit yang dapat muncul saat cuaca berubah antara lain rinitis, faringitis, radang amandel, infeksi saluran pernapasan atas, bronkitis, pneumonia, asma, dan influenza. Perubahan suhu serta kelembapan dapat mendukung perkembangbiakan kuman, sementara saluran pernapasan anak terus terpapar lingkungan luar.

Mengapa anak rentan saat cuaca berubah?

Dr. Tran Ngoc Huy, Kepala Departemen Pediatri di Pusat Medis Universitas Shing Mark, menjelaskan bahwa perubahan cuaca menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kesehatan pernapasan anak. Kebiasaan lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan saat musim dingin juga bisa membuat tubuh kurang terbiasa dengan paparan dari luar ketika anak kembali beraktivitas.

Pengalaman sejumlah keluarga menunjukkan gejala yang tampak ringan tetap perlu dipantau. Seorang ibu di lingkungan Tran Bien, yang memiliki anak berusia tiga tahun, bercerita anaknya kerap pilek, bersin, dan batuk ringan setiap kali cuaca berubah. Ketika batuknya semakin sering hingga mengganggu tidur, pemeriksaan dokter menunjukkan anak tersebut mengalami rinitis alergi.

Kasus lain dialami bayi berusia 18 bulan di Kelurahan Binh Phuoc. Meski keluarganya berupaya menjaga kehangatan, membatasi kunjungan ke tempat ramai, serta rutin membersihkan mainan dan rumah, bayi itu sesekali tetap batuk dan pilek. Setelah diperiksa, dokter mendiagnosis infeksi saluran pernapasan bagian atas.

Kebiasaan pencegahan yang bisa dilakukan di rumah

Menurut Dr. Huy, orang tua dapat mengajari anak mencuci tangan dengan benar, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, serta setelah batuk atau bersin. Kebiasaan ini perlu didukung pola makan seimbang, asupan air yang cukup, tidur memadai, dan aktivitas fisik yang sesuai usia.

Keluarga juga disarankan menjaga rumah dan mainan tetap bersih, serta memastikan ruang tinggal memiliki ventilasi yang baik. AC perlu dibersihkan dan dirawat secara teratur. Hindari mengarahkan aliran udara langsung ke anak, khususnya saat mereka tidur.

Saat bepergian, lindungi anak dengan baik dan batasi kontak dengan orang yang mengalami gejala pernapasan. Kebersihan mulut serta perawatan hidung dan tenggorokan yang tepat juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan. Vaksinasi lengkap, termasuk vaksin flu sesuai anjuran tenaga kesehatan, membantu mencegah penyakit.

Jika anak batuk, pilek, atau demam, pastikan ia cukup beristirahat dan mendapat cairan. Bayi yang masih menyusu dapat tetap diberi ASI sesuai permintaan. Orang tua sebaiknya tidak memberikan antibiotik atau obat batuk atas inisiatif sendiri tanpa arahan tenaga kesehatan.

Kenali tanda bahaya dan segera cari pertolongan

Gejala yang tidak membaik atau justru memburuk perlu menjadi perhatian. Dr. Huy menyarankan orang tua membawa anak untuk diperiksa jika muncul mengi, batuk yang sering, atau kondisi lesu. Pemeriksaan dini membantu tenaga kesehatan menilai keadaan anak dan menentukan penanganan yang tepat.

Kesulitan bernapas, tarikan dinding dada, bibir atau kulit kebiruan, kejang, muntah berulang, maupun penurunan kesadaran merupakan tanda yang membutuhkan pertolongan segera. Dalam kondisi tersebut, anak perlu dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan darurat.

Perubahan cuaca tidak selalu bisa dihindari, tetapi paparan risiko dapat dikurangi melalui kebiasaan bersih, lingkungan yang terawat, vaksinasi, dan pemantauan kondisi anak. Dengan mengenali perubahan sejak awal, orang tua dapat mengambil langkah lebih cepat sebelum keluhan berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Inforakyat