Skip to content

Sarwendah Persilakan Ruben Temui Anak, Asal Komunikasi

Sarwendah disebut selalu membuka kesempatan bagi Ruben Onsu untuk bertemu dengan kedua anak mereka. Namun, rencana pertemuan itu perlu dikoordinasikan melalui komunikasi yang lancar, demikian penjelasan tim kuasa hukum Sarwendah, Rey Utami, di Tebet, Jakarta Selatan.

Rey menyampaikan hal tersebut untuk meluruskan kabar bahwa Sarwendah menetapkan aturan tertentu mengenai jadwal Ruben menemui anak-anak. Menurut dia, Sarwendah tidak pernah membatasi pertemuan dengan ketentuan harus dilakukan setiap tiga atau empat hari sekali.

“Ternyata Kak Sarwendah tidak pernah menghalang-halangi bertemu dengan anak, tidak pernah. Bahkan yang katanya empat tiga, empat hari tiga hari, dia penginnya anytime, kapan pun selama waktunya bisa dan komunikasinya lancar,” kata Rey saat ditemui, sebagaimana diberitakan detikHOT.

Komunikasi menjadi kunci mengatur pertemuan

Dalam penjelasan Rey, pintu untuk Ruben bertemu anak-anak tetap terbuka. Waktu pertemuan dapat disesuaikan selama memungkinkan, tetapi kedua orang tua perlu saling berkomunikasi agar rencana tersebut dapat terlaksana dengan baik.

Rey mengatakan Sarwendah berharap pesan yang dikirimkan kepada Ruben mendapat balasan. Dengan adanya respons, keduanya bisa membicarakan waktu dan kebutuhan lain yang berkaitan dengan pertemuan anak-anak.

“Jadi Kak Sarwendah berharap ya Kak Ruben bisa membalas WA, berkomunikasi dengan baik, tektokannya, seperti itu. Karena sebagai sesama orang tua,” kata Rey.

Penjelasan itu menempatkan koordinasi sebagai persoalan utama, bukan pembatasan jadwal. Rey tidak menyebut adanya ketentuan tetap mengenai seberapa sering Ruben dapat menemui anak-anak. Sarwendah, menurut dia, bersedia apabila pertemuan dilakukan kapan pun selama waktunya memungkinkan dan komunikasi berjalan lancar.

Karena itu, menurut Rey, pesan yang tidak mendapat respons dapat menyulitkan pengaturan pertemuan. Ia berharap komunikasi dua arah terjaga sehingga kedua pihak dapat menyepakati rencana secara langsung, alih-alih muncul anggapan bahwa salah satu pihak menutup akses.

Ikatan sebagai orang tua tetap ada

Rey juga mengingatkan bahwa berakhirnya rumah tangga Sarwendah dan Ruben tidak menghapus hubungan mereka sebagai orang tua. Ia menyebut keduanya memiliki dua putri kandung yang tetap menjadi penghubung di antara mereka.

“Walau bagaimanapun, walau mungkin sudah terpisah, tetapi ikatan itu tidak akan pernah putus karena ada dua putri kandung yang sangat cantik,” tutur Rey.

Pernyataan tersebut menjadi konteks bagi harapan agar komunikasi tetap terpelihara. Menurut Rey, hubungan orang tua dengan anak-anak perlu dijaga meski Sarwendah dan Ruben telah berpisah. Dalam hal ini, koordinasi diperlukan agar kesempatan bertemu dapat diatur dengan mempertimbangkan keadaan yang ada.

Rey menyebut komunikasi bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan sebelum keputusan mengenai pertemuan dibuat. Ada pula pertimbangan terkait pemeriksaan kesehatan. Karena itu, Sarwendah disebut tidak bisa mengambil keputusan sendiri tanpa memperhitungkan kondisi tersebut.

Pemeriksaan kesehatan ikut menjadi pertimbangan

“Tetapi kan ada kendala, pertama kendala komunikasi dan juga kendala yang disebutkan itu untuk cek kesehatan, maka Kak Sarwendah tidak bisa mengambil keputusan sendiri,” ujar Rey.

Rey tidak merinci lebih jauh pemeriksaan kesehatan yang dimaksud maupun bagaimana hal itu memengaruhi waktu pertemuan. Keterangan yang disampaikan hanya menyebut adanya kebutuhan untuk mempertimbangkan jadwal pemeriksaan, selain persoalan komunikasi antara Sarwendah dan Ruben.

Dengan demikian, menurut pihak Sarwendah, persoalan pertemuan bukan soal menutup akses atau menetapkan frekuensi tertentu. Komunikasi yang saling direspons dan pertimbangan kondisi kesehatan menjadi bagian dari koordinasi yang diperlukan. Harapan yang disampaikan Rey adalah agar kedua orang tua dapat berkomunikasi dengan baik demi mengatur pertemuan Ruben dengan anak-anak mereka.

Inforakyat